Featured

Proactol LTD

Laman

Tampilkan postingan dengan label UTS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label UTS. Tampilkan semua postingan

0 Sebuah Perjuangan

MUSEUM MANDALA WANGSIT

 Museum Mandala Wangsit adalah museum senjata yang berada di Bandung, Jawa Barat. Museum ini berada di Jl. Lembong No. 38. Nama yang aneh untuk sebuah museum yang bernilai sejarah tinggi untuk warga Bandung. Mandala Wangsit merupakan nama yang di berikan untuk museum ini,arti dari Mandala wangsit ini adalah nama yang di tempat yang amanahkan atau yang bisa di bilang tempat yang harus berguna untuk masa sekarang atau mas depan. Koleksi museum ini bisa di bilang sangat lengkap,di karenakan di dalam museum ini terdapat banyak peninggalan benda-benda pasukan kodam pada masa penjajahan,seperti kris,kujang,tombak,hingga senjata yang bisa di bilang modern pun ada.

 Sebagai warga Bandung,sepatutnya kita bangga dan berbesar hati. Karena tak jarang dari kita melupakan arti sejarah itu sendiri. Museum Mandala Wangsit yang berdiri dari 23 Mei 1966 ini sangat memberikan banyak kegunaan untuk warga Bandung.
Fasilitas yang di berikan Museum Mandala Wangsit :
  1. Pameran benda-benda koleksi:
    • Perjuangan KODAM Siliwangi
    • Monumen kekejaman APRA (Angkatan Perang Ratu Adil)
    • Senjata-senjata primitif dan modern yang digunakan dalam perjuangan KODAM Siliwangi
  2. Koperasi
  3. Lahan Parkir
 Di satu sisi,kita lebih tidak menghargai sebuah arti pengorbanan dan sejarah. Banyak dari kita lebih memilih untuk bermain di Mall di banding Museum. Sedih melihat keadaan Museum Mandala Wangsit,kini bangunan ini sudah mulai rapuh. Kurang nya perbaikan oleh karena dana yang kurang,penerangan yang seadanya, beberapa sudut atap yang terlihat bocor dan membusuk.

 Haruskah sejarah hilang oleh bergulirnya waktu,apakah kita harus berdiam diri dan berpikir seakan sejarah itu hanya untuk orang kolot?

 Kita harus berusaha mengubah persepsi buruk kita tentang sejarah, kita bangsa yang berbudaya karena sejarahnya. Ini tentang perjuangan,bukan hal yang mudah untuk bisa kita capai dengan mudah.

Sandy Habeahan
011011034
Read more

0 Taman lalu lintas

Nim : 011011026
Nama : Dhimas Ananda Rafliandi

Taman lalu lintas


Di satu keluarga lahir lah seorang anak perempuan yang bernama windi. Dia lahir dari keluarga yang sangat sederhana. Lahir dan tinggal di provinsi jawa timur tepatnya di kota Surabaya. Sedangkan orang tuanya berasal dari kota Bandung, jawa barat. Di umurnya yang mengin jak 6 tahun ini, dia sangat senang bermain maklum anak seusia itu lagi asik-asiknya buat bermain. Setiap hari yang dia lakukan hanya bermain dan bermain tetapi dia seorang anak yang sangat berprestasi di sekolahnya. 

Libur sekolah pun tiba ,orang tuanya berencana untuk liburan ke bandung karna sanak saudara yang berada di bandung menyuruh untuk berlibur di sana. Setelah di pikir-pikir akhirnya mereka pun berlibur kesana. Sekitar Jam 08.00 pagi di stasiun Bandung mereka di jemput oleh saudara-saudara dengan menggunkan mobil mereka meyusuri jalanan kota bandung di pagi hari. Sejam di perjalanan, sampai lah mereka di tempat tujuan. Rumah itu tidak terlihat menarik dari luar hanya rumah sederhana yang nyaman untuk di tempati.dengan sebuah taman kecil yang meneduhkan di antara padatnya kota bandung.

Walaupun  kota itu baru pertama kali dia kunjungi, tapi dia merasa senang. di sana dia bertemu dengan saudara-saudara yang lain yang kebanyakan seumuran dengan dia. Hari itu dia habiskan bermain bersama saudara-saudaranya, sedangkan ayah dan ibunya melepas kerinduan bersama sanak saudaranya. Dinginnya kota bandung sangat berbeda dengan cuaca yang ada di Surabaya sehingga membuat windi merasa nyaman dan dapat beristirahat dengan tenang. 

Windi berserta dengan keluarga sudah merencanakan beberapa tempat yang akan mereka kunjungi. Saudara-saudara yang lain banyak mengusulkan tempat liburan Seperti lembang, ciwidey, puncak. Tetapi windi yang sejak dari Surabaya ingin sekali mengunjungi taman lalu lintas yang dia lihat di acara televisi yang dia tonton. Di acara televisi tersebut banyak meliput tentang taman itu dan yang membuat dia tertarik adalah banyak yang bisa di pelajari di sana. Orang tuanya pun setuju karena taman lalu lintas merupakan wisata edukatif bagi anak seusia windi.

Rencana tersebut kemungkinan akan di laksanakan sesudah windi mengunjungi neneknya yang berada di dago ,tempat itu tidak jauh dari rumah saudaranya hanya beberapa kilo meter saja. Setelah mereka pulang dari rumah neneknya itulah mereka akan menuju taman lalu lintas.
Percakapan tentang liburan tersebut harus berakhir karena waktu sudah menunjukan pukul 10 malam. Mereka pun bergegas menuju tempat tidur untuk mempersiapkan diri agar besok liburan mereka berjalan dengan lancar.

Pada pagi hari mereka bersiap-siap menuju kerumah nenek. Dengan menggunakan mobil milik salah satu saudara mereka pun berangkat. Sepanjang perjalanan windi memperlihatkan senyumnya kepada orang tuanya karena sangat senang melihat keramaian kota bandung. Kota yang asing baginya tetapi sangat indah tuk di lihat. 

Ketika sampai di tempat tujuannya, rombongan itu turun dan disambut hangat oleh wanita tua yang sudah menunggu mereka dari tadi. Dengan wajah penuh senyum wanita tua itu segera memeluk cucu yang sudah lama tidak ditemuinya semenjak kelahiran windi. Windi pun terlihat senang bertemu neneknya tersebut.
Pertemuan keluarga tersebut terlihat sangat hangat dan saling merindu satu sama lainnya sehingga membuat waktu tak terasa harus berakhir karena windi dan keluarga akan menuju tempat selanjutnya dalam rencana liburannya yaitu menuju taman lalu lintas, Tempat yang sangat ingin di kunjungi windi. Tetapi karena cuaca di siang itu tidak bersahabat maka rencana tersebut harus ditunda terlebih dahulu. Kemungkinan besok mereka akan menuju taman tersebut.

Mereka sementara tinggal di rumah nenek karena rumah nenek tidak jauh dari taman lalu lintas. Cuaca di kota bandung hingga malam menjelang masih tidak bersahabat, ini membuat windi sangat sedih karena dia berpikir jika besok cuaca tidak cerah maka kemungkinan liburan ke taman lalu lintas tidak akan terlaksana. Nenek windi yang melihat windi seperti itu merasa sedih dan menghibur cucunya tersebut agar tidak bersedih dan berdoa agar besok cuaca kota bandung cerah. Hujan malam itu membuat windi tertidur di pangkuan neneknya.

Matahari pagi kota bandung menyapa dengan cerah membuat windi yang terbangun bersorak riang melempar senyumnya ke seisi rumah karena rencananya berkunjung ke taman lalu lintas akan terlaksana. Dengan semangat windi pun bersiap-siap, melihat semangat windi orang tuanya pun hanya biasa tersenyum kecil.

Setelah berpamitan dengan neneknya mereka pun berangkat menuju taman lalu lintas. Walaupun hati dia sangat berat karena meninggalkan neneknya tetapi dia sangat ingin sekali pergi ke taman lalu lintas. Sepanjang jalan windi merasa sangat senang sekali dan ingin sekali cepat-cepat sampai ke taman tersebut.

Turunan jalan Dago sudah terlewati ,dari kejauhan taman lalu lintas yang berada di jalan Belitung itu sudah terlihat. Windi sama sekali belum mengetahui bahwa dia sudah berada di sekitar taman tersebut. Mobil sudah terpakirkan di tempat parkir yang berada persis bersebelahan dengan pintu masuk taman itu. Ketika turun dari mobil dia pun berkata ‘’apa kita sudah sampai mah ?” ibunya pun menjawab “iya nak kita sudah sampai” dengan menunjukan wajah yang sangat ceria dan senang dia bergegas turun dari mobil. 

Windi menarik tangan kedua orang tuanya dan sambil berlari ke arah pintu masuk. Di pagi yang cerah memancarkan sinarnya itu, windy semakin senang. Windi sudah merasa penasaran akan apa yang di dalam taman itu tetapi dia mulai agak kecewa karena lama menunggu saudara-saudara yang lain yang sedang berjalan ke arahnya. Di luar taman itu banyak sekali yang berjualan seperti, aksesoris, mainan-mainan, makanana dan lain-lain.

Yang paling menarik perhatian dia ketika salah satu penjual balon gas menghiasi balon tersebut dengan beraneka ragam bentuk dan hiasan-hiasan. Yang paling membuat dia kagum balon yang berbentuk kartun upin ipin yang sangat dia sukai. Dia meminta balon tersebut agar di belikan oleh orang tuanya. Sesaat setelah balon yang dia ingin sudah terbeli dia dan yang lainnya segera masuk ke taman lalu lintas itu. Dengan tiket yang berharga 5ribu itu,dia bersama saudara-saudaranya berlarian untuk menuangkan rasa gembiranya itu sudah sampai ke taman lalu lintas ini.

Segala permainan dia coba seperti ayun-ayunan, perosotan, patung yang berbentuk binatang-binatang dan berbagai permainan yang ada. Loncat-loncatan dan teriak-teriakan itu lah perasaan gembira yang dia rasakan.  Melihat windi yang sangat girang sekali orang tuanya pun merasakan kegembiran yang sama dengan windi. Windi bertanya-tanya kepada orang tuanya kenapa taman ini disebut taman lalu lintas? “karena di taman ini di buat seperti aslinya yang ada di jalan raya pada umumnya” kata orang tuanya. Di sana ada rambu-rambu lalu lintas,jalur kereta api dan bisa berkeliling menggunakan mobil yang berada di dalam taman tersebut.

Di situ windi bisa belajar bagaimana cara berambu-rambu dan kegunaannya itu. Sekalian bermain orang tuanya memberi tahukan rambu-rambu lalu lintas yang ada. Windi pun merasa kagum karena walupun taman itu buat bermain tetapi ada kegunaan untuk belajar. Tidak sengaja dia melihat kereta api yang sedang melintas di depannya dia pun merasa ingin menaiki kereta tersebut. Dengan rasa penasaran dia bersama saudara-saudaranya menaiki kereta tersebut. Dengan pemandu wisata yang menjelaskan setiap bagian-bagian yang ada di taman tersebut windi memperhatikan dengan serius.

Beberapa lama windi berada di kereta itu, tiba-tiba orang tuanya merekam dan memfoto setiap kegiatan dia. Dengan gaya yang centil agak malu-malu ini lah yang membuat pengunjung lain yang berada di sekitar dia merasa terhibur akan ulah polosnya itu. Sesudah menaiki kereta tersebut windi bersama yang lainnya beristirahat sejenak. Selama beristirahat windi terus menatap permainan apa yang akan selanjutnya di coba. 

Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 04.00 sore windi beserta yang lainnya harus segera meninggalkan taman tersebut. Dalam hati windi masih menginginkan berada di sana untuk bermain-main. Selama perjalanan keluar taman windi melihat ke arah belakang taman itu ,ada sebuah kolam renang lengkap dengan taman bermainnya. Dia meminta kepada orang tuanya agar pergi sebentar kesana untuk melihat kolam renang itu. Walupun dia melihat dari kejauhan saja hatinya sudah merasa senang bisa ke kolam tersebut.

Dengan wajah lelah bercampur senang dia pulang menuju arah mobil .pintu keluar taman itu sudah dia lewati dan  bergegas masuk ke dalam mobil karena nampaknya hujan akan turun. Perjalanan dari taman menuju rumah saudaranya itu windi tertidur lelap. Keesokan harinya dia harus kembali lagi k eSurabaya di karenakan dia akan bersekolah. Liburannya kali ini benar-benar sangat mengesankan buat dia apa lagi dia bisa berkunjung ke rumah neneknya dan ke taman lalu lintas itu. “Ini liburan yang akan aku ceritan kepada teman-teman aku disana” kata windi.
Read more

0 MENGENAL SEJARAH

MENGENAL SEJARAH
 
     Pagi  hari yang cerah, matahari cantik yang cahayanya sudah mulai  menusuk kulit,
     Sekarang ini saya sedang berada di kota bandung, kota pertama yang saya datangi untuk mengenal, mempelajari sejarah agar bisa mengetahui apa saja yang terjadi dan yang ada pada zaman dahulu,
 
   Waktu menunjukkan pukul sembilan pagi,  kini saya berkunjung ke  taman tega lega yang ada di jalan tentara pejuang (BKR), saya pun sampai di taman tega lega,  saya berkeliling mengambil gambar disekitar taman sambil memperhatikan sekeliling dan melihat sebuah bangunan yang berhadapan dengan Monumen Bandung Lautan Api , dari jauh banguna ini seperti kantor.  bangunan yang menarik perhatian seolah  mengajak saya untuk berkunjung kesana, sayapun menghampiri bangunan itu , bangunan yang bentuknya sangat menarik bagiku suhunan panjang dan berbentuk rumah panggunag jawa barat yang memilki arsitektur modern, ‘’hmm...ternyata ini nih yang namanya museum Sri Baduga?’’,
 
Museum  yang  berdiri  pada tahun 1970  ‘’wah aku belum lahir tuh‘’ tapi museum ini di resmikan pada tahun 1980  yang memilki koleksi berupa seni budaya jawa barat juga peninggalan-peninggalan zaman purbakala dan nama museum Sri baduga diambil dari nama  Raja Pajajaran Sri Baduga Maha Raja  (Ratu Jayadewata) yang memerintah antara tahun  1474-1531 ‘’lama banget ya? tapi aku gak nyesel dateng kesini’’
 
Dengan semangat sayapun masuk ke museum  ini , di pintu masuk saya sudah di sambut oleh prasasti telapak kaki gajah  ‘’wah..lucu bener-bener kayak telapak gajah’’ dari ceritanya telapak ini di buat pada zaman  kerajaan taruma negara dan menjadi kendaraaan Raja Punawarman di Bogor jadi prasasti ini ditemukan di Bogor 
 
‘nah’’ setelah saya masuk ke museum saya pun menemukan  salah satu peninggaalan sejarah lagi namanya  Sarkofagus yaitu wadah  mayat  yang melambangkan rahim ibu maksudnya manusia akan mati dan  kembali seperti waktu dilahirkan, ‘’mm...aku jadi sadar kalo manusia itu hidup Cuma sementara wah mesti tobat nih haha’’  saya pun terus berjalan dan mencari keunikan-keunikan pada peninggalan sejarah sambil mengambil gambar ‘’kan lumayan kapan lagi punya foto-foto zaman purbakala’’
 
Keasyikan berjaln-jalan di dalam  museum  ini , ada lagi yang menarik perhatianku, ada furniture juga di sini saya mengira hanya peninggalan –peninggalan  zaman purba saja yang ada ternyata  peninggalan pada  zaman penjajahan belanda juga ada di sini,  furniture yang sangat unik dan berkulaitas bagus karena sampai saat ini masih kuat dan tidak rusak  ‘’hebat’’
 
Ku langkahkan  kakiku untuk mencari  yang lainnya karena di museum  ini banyak peninggalan yang membuat saya ingin lebih kenal dengan  sejarah , sekarang saya berada di sayap kanan museum yang di sambut oleh  pemaparan hewan-hewan khas Jawa Barat, disini saya juga bisa menyaksikan terbentuknya Jawa Barat dan Bandung dari mulai gunung berapi sunda, danau purba Bandung, dan akhirnya menjadi sebuah kota yang indah.
 
Di museum ini  ada cukup banyak peninggalan sejarah dian koleksi-koleksinya di bagi menjadi beberapa jenis dan juga mempunyai ruang pameran yaitu, geologika, biologika,filologika, seni rupa, dan masih ada lagi yang lain,  namun sayangnya museum ini sepi kecuali anak-anak sekolah yang berkunujng untuk menambah ilmu pengetahuan mereka, tapi hari libur museum ini lumayan ramai di kunjungi ‘’nah ini nih yang khas banget di Jawa Barat, Gemelan! jadi Pengen nyoba mainin, wah objek yang bagus nih buat koleksi foto gak boleh di lewatin yang satu ini, klik’’  museum  ini juga sejuk, luas, dan  bisa mendapatkan ilmu pengetahuan tentang sejarah , ‘’apa lagi ya yang bagus jadi objek dan menarik untuk diketahui sejarahnya jalan lagi ah siapa tahu ada lagi yang unik’’
 
Setelah berkeliling memilah-milah koleksi-koleksi di museum ini saya pun menemukan lagi dan lagi peningglan sejarah yang benar-benar menarik perhatian  yang bernama Archa Ghanesha, Archa yang satu ini bentuknya unik dan sederhana yang kaki dan kepalanya memberi kesan kaku yang uniknya lagi tangan kanannya dilengkapi semacam atribut tasbih , ‘’bener-bener kagum deh ma koleksi-koleksi museum ini, bisa gila ‘ nih lama-lama disini haha’’ koleksi-koleksi di sini kebanyakan dari rumpun ilmu etnografy koleksinya juga tidak terbatas dan bentuknya memang asli, di museum ini juga dilengkapi ruang auditorium, 
 
Museum ini bisa di banggakan karena sering menyelenggarakan kegiatan lintas sektoral dan instansi, seperti kegiatan penyelenggaraan beberapa pameran dengan museum –museum dari berbagai propinsi , lomba tingkat pelajar, ceramah, seminar, dan masih banyak lagi, museum ini lumayan besar memilki tiga lantai dan pembagian di masing-masing lantai pun seimbang juga teratur, di lantai satu kita bisa melihat perkembangan awal sejarah, lantai dua menampilkan materi pameran budaya international, dan di lantai tiga memamerkan beberapa koleksi kesenian dan keramik-keramik asing, ‘’cape’ juga nih naik turun 3 lantai huft!’
 
Ternyata mengenal sejarah itu indah, terkadang orang-orang bosan dengan pergi ke museum padahal disitulah pusat untuk kita bisa mengenal kehidupan, banyak hal bersejarah yang mengagetkan, tidak di sangka, dan  pengetahuan baru, 
 
Dari SD sampai sekarang sudah di perguruan tinggi hanya baru beberapa saja museum yang saya datangi, sekarang dengan perasaan menyesal ingin rasanya memutar waktu kembali agar bisa dari kecil mempelajari sejarah di museum-museum dan lebih biasa mengenal perbedaan kehidupan dulu dengan sekarang yang lebih terperinci
 
Saya heran kenapa anak-anak sekarang lebih ramai mengunjungi mall daripada museum hanya karena kegiatan sekolah saja mereka mau untuk pergi ke museum, padahal museum lebih banyak mengandung makna dibandingkan dengan mall, dari dulu sampai sekarang anak-anak sekolah tidak ada perubahan, sayapun  dulu seperti itu tapi kini saya sadar bahwa pendidikan lebih penting karena pendidkan menentukan masa depan tapi, pendidkan yang diamalakan karena percuma ada pendidikan tapi tidak diamalkan.
 
Banyak sekali museum-musem di negeri ini yang mengandunag segudang ilmu, itu berarti begitu banyak hal yang tentang sejarah yang belum saya ketahui dan hanya beberapa saja yang baru terihat dan saya tahu ‘’wah... jadi pengen ke semua museum nih’’ mendatangi satu museum sudah membuat perasaanku yang begitu kagum, bagaimana jadinya kalau sudah mendatangi semua museum, lengkap sudah rasanya hidup ini.
 
Puas sudah saya mengambil gambar dan belajar di museum Sri Baduga ini. Waktupun sudah menunjukkan pukul tiga sore, sudah hampir seharian saya berada disini namun rasanya tidak ingin meninggalakan museum ini, tapi saya harus beranjak  dari sini untuk melanjutkan jalan-jalan di kota bandung yang bersejarah juga pulang ke hotel untuk beristirahat karena besok saya akan mendatangi museum –museum yang lain rasanya pun tidak sabar untuk menghadapi hari esok, sekarang saya tau datang ke museum selain bisa kenal dengan sejarah, juga lebih bermanfaat, bermakna, dan bisa lebih menambah pengetahuan.
 
Karya:
Khalida een Aljufry
011011081
Read more

0 Kepastian (mati)

Resa Ardila [bebeb] 011011003

PUISI
Kepastian
Melamun ku terpaku
Meratap ku berharap
Seonggok daging tak punya hasrat
Hanya cinta yang ku harap
Bodoh,,,bodoh,,,bodoh,,,,
Ya itulah aku
Malas,,,malas,,,malas,,,,
Itu sifatku
Aku memang manusia bodoh
Tapi jangan kau bodohi aku dengan kebodohanmu
Aku memang manusia hina
Tapi jangan kau hina aku dengan kehinaanmu
Cinta tak luput dari dosa
Duka tak hilang dari rasa
Kematian adalah logika
Tanpa cerita indah memanja
Hanya satu jalanku
Hanya satu tujuanku
Hanya satu kepastianku
“MATI”
Read more

0 Kita Pasti Bisa

Kita Bisa

berharap dan terus menanti 
jalani semua tanpa henti 
meski keadaan terus memaki 
jalani semua tanpa henti

biarkan semua bicara 
dengan apa yang mereka terka 
abaikan ludah yang terus mengungkap
biarkan saja bukan masalah

kita disini untuk bersama membangun asa
biarkan saja yang tak berguna, buanglah saja

kita bisa untuk semua
untuk wujudkan mimpi kita bisa 
jangan lelah berusaha 
dan raihlah mimpi kita bisa

kita pasti bisa

by : Gilang andika
      clas_B
      011011082
Read more

0 Pemandangan Taman Lalu Lintas

Di bawah pohon yang rindang ini,ku lihat sekelompok anak .
Mereka sangat asik bermain sepeda .
Di sekeliling rambu rambu lalu lintas .
Apa mereka mengertiakan rambu rambu itu .
Saya pun tak mengerti itu .
Saat anak anak asik bermain,orang tua begitu asik bercanda gurau .
Mereka tetap waspada mengawasi anak anaknya .
Itulah yang saya bisa lihat dari pemandangan TAMAN LALU LINTAS .


Karya:
Read more

0 TAMAN MALUKU

TUGAS KOMPRAK II
FEATURE
TAMAN MALUKU

Denis Pebrian 011011059


  Taman Maluku (dulu namanya molluken park) dahulu dibangun pada 1919 oleh pemerintah Hindia Belanda. Taman ini diberi nama Taman Maluku karena berada di sudut pertemuan antara Jalan Maluku dan Jalan Aceh. Taman ini berlokasi di antara Ambon Straat (Jalan Ambon), Menado Straat (Jalan Menado), Celebes Straat (Jalan Sulawesi yang sekarang digabung dengan Jalan Ambon dan Jalan Saparua). Dahulu Lokasi itu awalnya tanah kosong. Tapi lapangan tenis di sebelah utara, sudah ada sebelum taman Maluku jadi.
   
    Sekitar 1950-an, Molluken Park berganti menjadi Taman Maluku. Saat itu,  Soekarno (Presiden RI pertama) melarang warga Indonesia memakai penggunaan bahasa Belanda.
   
    Taman Maluku memang sarat hikayat. Dikisahkan, di pojok taman dekat simpang Jalan Sulawesi dan Jalan Ambon, bertengger patung perunggu Pastor H.O. Verbraak, S.J. Patung ini merupakan satu-satunya patung dari masa Hindia Belanda yang masih berdiri di Bandung. Verbraak ialah imam tentara Hindia Belanda yang bertugas saat perang Aceh (1835-1907).

Patung perunggu Pastor H.O. Verbraak.
   Patung Pastor Verbraak berdiri menghadap istana kediaman Panglima Bala Tentara Belanda di Nusantara (Paleis van den Legercommandant), untuk mengingatkan orang akan jasa-jasa dan perilakunya selama Perang Aceh berlangsung.
   Suasana hutan tropis ditengah kota dengan suara- suara alam yang khas. Walau sempat ada perubahan dan perbaikan, bekas jejak suasana taman ini tak jauh berbeda hingga kondisi sekarang. Kesan sejuk dan asri masih terasa.  Pepohonon besar pun masih melingkar di kawasan taman. Air mancur juga tetap siap menatap dan menyapa sang pengunjung.
Patung perunggu Pastor H.O. Verbraak.
     Taman Maluku ditata dan dilengkapi dengan sebuah kolam besar berhiaskan air mancur, bunga Teratai, tanaman hias, pohon pelindung sebagai peneduh, bangku taman di keteduhan pohon, Jalan taman, dan tiang-tiang lampu berdekorasi artistic,  jalan-jalan setapak, bangku-bangku taman, ditambah rimbunnya pepohonan yang tumbuh di sana-antara lain pohon ki angsret (Spathodea campanulata) dan bungur (Lagerstroemia speciosa)-membuat suasana dalam taman dan lingkungan sekitarnya terasa sejuk, asri  dan nyaman.
    Tapi sekarang, bagi telinga dan mata warga Bandung, Taman Maluku punya hikayat lain lagi. Ada julukan tersohor yang hingga kini melekat erat di benak. Ya, tempat ini disebut sebagai lokasi mangkalnya para waria. Bahkan, warga luar Bandung pun sudah akrab mendengarnya. Ihwal hadirnya waria di taman tersebut, kabarnya dimulai sekitar tahun 80-an. Tak cuma itu, taman ini menjadi 'rumah' persinggahan para gelandangan.
     Jadi sekarang para pemuda- pemudi merasa enggan untuk melakukan janji bertemu dan berduaan di taman Maluku ini karena takut di ganggu oleh waria- waria. Hehehe..

Read more

0 Negri Bukanlah Museum

Kami rakyat mu.
Rakyat yang membutuhkan keadilan.
Dimana kami memerlukan kesejahteraan.
Mana kesejahteraan yang di janjikan pemerintah.

Kami rakyat mu.
Bukanlah sebuah pajangan.
Pajangan yang di awetkan.
Yang untuk menghiasi negri ini.

Bencana berserakan dimana-mana.
Tapi kau hanya bisa melihatnya saja.
Melihat kesengsaraan rakyatmu.
Rakyat yang membutuhkan keadilan.

Kami rakyat mu.
Bukanlah fosil.
Fosil yang hanya di bariskan.
Di bariskan di dalam museumnegri ini bukanlah museum.

Kami rakyatmu memerlukan keadilan.
Bebaskan kami dari museum ini.
Museum yang "tak terurus".

Karya:
Muhammad Armya Ramly
Read more

0 SEJARAH MANIS DI MUSEUM MANDALA SILIWANGI

Nama:ALFURQONSYAH
NIM:011011051
KOMUNIKASI PRAKTIS 2
cerpen
SEJARAH MANIS DI MUSEUM MANDALA SILIWANGI

Deretan bangunan tua yang berada disisi kanan dan kiri membuatku teringat kembali sejarah yang terjadi pada bangun tersebut,sejarah tidak mungkin terulang kembali dalam pikirku.bangunan tersebut kelihan terawat agar keasliannya tetap terjaga oleh sipemiliknya untuk menarik perhatian orang-orang yang melihatnya termasuk aku.
Siang itu aku sengaja berjalan-jalan bersama kedua orang temanku sehabis pulang kuliah untuk mencari sebuah bangunan yang fungsinya untuk menyimpan sejarah yang tempat itu biasa kita sebut museum.disana tempatnya tersimpannya suatu sejarah yang mungkin salah satunya sudah isinya sudah ada sebelum  kedua orang tuaku lahir.kami terus berjalan menulusuri  jalan-jalan kota yang memeiliki bangunan tua dimana-mana.orang-orang banyak tidak menghiraukan nilai sejarah bangun tua tersebut dan hanya menjadi background dari kota yang pernah menjadi jajahan belanda yang kuketahui dari bentuk bangunan dan membaca di buku pelajaran katika aku masih duduk di bangku SMA.
Siang semakin terasa panas menyengat kekulitku dan teman-temanku,kamipun berusaha menahan panas yang menyengat dan terus berjalan menulusuri jalan hingga pada akhirnya kami menemukan tempat yang ingin kamu kunjungi yaitu sebuah bangunan yang terlihat terawat dari depan hingga belakang dengan warna putih pada dindingnya dan hijau tua pada tepi atap yang menonjol keluar dengan bergaya arsitektu rate romanticism dibangun tahun 1910-1915 pada masa kolonial Belanda yang dulunya sebgai tempat tinggal perwira belanda.bangunan itu sangat begitu kental dengan gaya belanda yang dulu pernah menjajah indonesiaku tercinta ini.sempat aku termenung dan teringat kembali pda perjuangan para pahlawan masa itu melawan para penjajah belanda hingga banyak yang berguguran di medan pertempuran dikala itu dalam membela bangsa dan negara ini.
lalu aku terhenyak dari lamunanku ketika salah satu temanku menepuk pundakku…
“al…ayo kita masuk,”sambil menarik tangan kananku.
Akupun menurut saja..tanpa basa-basi lagi aku masuk dengan perasaan deg-degaan.untuk melihat apa yang ada didalam museum mandala siliwangi ini yang letaknya di jalan lambong no 38 ini dan didepannya terdapat sebuah meriam yang besar yang digunakan oleh belanda untuk mengalahkan para prajurit indonesia.
***
Aku berjalan manulusuri setiap isi dari museum dengan mengikuti setiap jejak langkah teman-temanku yang mendahuluiku tepat didepan.aku terdiam sejenak melihat sutau bentuk menyerupai sebuah benda yang sering dipakai oleh tentara indonesia yaitu sebuah senjata modern yang terletak diluar museum seperti meriam,kendaraan tentara saat ini yaitu panser buatan indonesia selain senjata tersebut masih banyak lagi macam-macam senjata yang terpajang dalam lemari kaca yang sengaja di sana agar menjauhkan tangan jahil dari para pengunjung yang ingin mengambil atau memeang saja.
Sejak lama aku berdiri melihat setiap senjata yang da didepanku lalu aku melanjutkan kembali penulusuranku dan aku tertinggal jauh dari temanku yang sudah dibagian seni lukisan yang terlihat indah dari kejahuan tempat aku berdiri.museum ini tidak hanya memamerkan koleksi senjata dan kendaraan militer saja tertap da koleksi lukisan yang tertata rapih didinding tepat didepan koleksi senjata yang kau lihat tadi,tetapi lukisan yang dilihat teman-temanku terdapat di ujung ruangan ini.aku memperhatikan lukisan yang ada didepanku bersama salh seorang pengunjung lainnya yaitu sorang wanita muda dengan wajah yang bersih dan rambut yang indah terurai.
“Lukisan yang indah,”ia memulai pembicaraan memecahkan keheningan ruanngan museum ini
“iya..tapi sayang hanya sedikit orang yang bisa melihatnya,”
“koq…gitu,”dengan heran dia bertanya maksud dari perkataanku
“iya…banyak yang memilih menunjungi mall yang mereka tau hanya menghabiskan uang saja disana,”
Lalu kami saling bercakap-cakap tentang masa depan dari museum ini atau sejrah yang ada didalamnya apakah masih tetap seperti ini atau bisa hanya menjadi kenangan saja dimasa yang kan datang bagi anak-cucu kelak.
Banyak kami bercakap-cakap aku ketahui nama wanita itu nina salah satu mahasiswi jurusan rakeologi yang membuat ia tertarik akan sejarah sebuah benda.dia berbeda dari wanita lain karena ia labih mimilih pengetahuan ketimbang menghamburkan uang di mall.
***
Banyak berpikir museum adalah tempat yang membosankan dan menyeramkan karena tempat museum yang jarang dikunjungi oleh banyak orang zaman sekarang orang lebih memilih berkunjung ke supermarket atau tempat wisata alam.padahal sebenarnya tidak membuat mereka rugi untuk datang ke museum tetapi kita dapat pengetahuan yang banyak yang bisa diambil dari sebuah sejarah karena dengan sejarah kita bisa mengingat kembali masa yang terjadi ketika itu.
Temanku yang dari tadi sibuk dengan melihat-lihat lukisan dan senjata.aku masih tetap bersama wanita yang kutemui bersama-sama menulusuri setiap lukisan yang terpajang dan nina menjelaskan setiap informasi yang disampaikan oleh sipelukis agar keindahan dari lukisan itu begitu terasa nyata.nina sangat semangat menjelaskan hingga aku larut dalam penjelsannya yang membuatku merasa teringat sipelukis mencoret kanvas putih menjadi sebuah lukisan yang terasa nyata.
“kenapa sih…kamu suka dengan sejarah nin,”aku menyela penjelasannya.
Dia terdiam,”hmm…aku suka ilmu pengetahuan,”
Hanya itu saja yang ia katakan tetapi aku mengerti maksudnya.
Dia diam sejenak sambil melihat jam yang meligkar ditangannya dan ia berkata,
“al..aku duluan pulang ya.aku harus masuk kuliah lagi,”
“oh..iya.ya udah hati-hati dijalan ya,senang berkenalandan mengobrol dengan kamu nin”aku berjabat tangan sebagai tanda perpisahan.
“sama-sama al,aku juga.semoga kita bertemu lagi lain kali,”dia mulai melangkah kakinya menjauh dari tempatku sembari melambaikan tangan.Setelah nina sudah terlihat lagi aku mulai menyusul teman-temanku.
***
Museum yang hanya Sebagai tempat barang-barang sejarah ternyata museum juga mempertemukan orang-orang yang memiliki minat yang sama akan sejarah yang tidak habis untuk digali secara mendalam dan mencari sebab-akibat dari sejarah yang tercipta.museum yang dianggap menjadi tempat yang membosankan yang ketika awal aku masuk kedalamnya ternyata membuat sejarah dalam hidupku dengan mempertemukan dengan sosok wanita yang supel dan penuh semangat dalam hidupnya memberikan bagi orang sekitarnya.
Hidup ini tidak terlepas dari sebuah sejrah yang bisa terjadi kapan saja dan dimana yang tidak bisa ditebak kapan dan waktunya bisa terjadi.museum yang terkesan menyeramkan bisa menjadi sejrah dan berisi sejarah didalamnya yang bisa tercipta oleh waktu.
***
Akupun bersama teman-temanku mulai menyudahi penulusuran kami didalam museum yang terlihat bersih dan tersusun rapi yang dikerjakan oleh para pengurus museum ini yang sepatutnya mendapat penghargaan karena telah menjaga dan merawat benda-benda bersejarah yang menjadi koleksi museum ini.
Sembari kami melangkah keluar gedung museum yang langitnya terik ketika kami masuk hingga berubah menjadi senja yang menggantikannya hingga kami tidak menyadari sudah cukup lama kami berada didalam museum wangsit mandala ini.kami bertiga bergegas melangkah menjahui museum sembari aku melihat kembali gedung tua yang menjadi saksi sejarah pertemuanku dengan nina yang asih teringat setiap kata-kata yang disampaikannya ketika kami menulusuri lukisan-lukisan tua yang terpajang didinding secara teratur satu sama lainnya.hingga aku berkata dalam hati,,,,
,”terimakasih museum karena telah memberi kenangan termanis yang akan menjadi sejarah dalam hidupku yang tak mungkin ada tempat lain yang bisa memberikan kenangan ini,”
Read more

0 BANGKU TAMAN GANESHA


BANGKU TAMAN GANESHA

                                    Oleh : Gaga Danalaga


Saat terik siang menerpa diri 
Saat langit tanpa awan sama sekali
Kuberjalan terasa lelah
Bersama lelah dan tak terarah


Akhirnya ku menuju taman
Tanpa ditemani seorang teman
Teduduk tenang ku di taman ganesha
Hanya lelah kurasa seakan ingin amnesia


Keadaan taman yang tidak terawat
Membuat tidak enak dilihat
Taman ini tidak pernah berubah
Hanya dipenuhi daun kering berserakan layaknya sampah…
Read more

0 PATUNG HANTU BAIK HATI


                                 PATUNG HANTU BAIK HATI

                 Belakangan ini gosip tentang hantu patung pastur sedang hangat dan selalu menjadi topik utama disetiap obrolan di daerahku. Tak ketinggalan di rumahku pun terjadi perbincangan yang sangat seru tentang kabar heboh ini.
               “Tahu nggak kalian, patung pastur itu benar-benar hidup dan berjalan-jalan seolah mencari sesuatu” ujarku kepada semua teman yang nampak serius mendengarkan ceritaku. Malam itu seusai nonton konser musik, aku melintasi sebuah taman yang nampak sepi dan menyeramkan. Pohon besar nan rindang diiringi nyanyian hewan malam membuat suasana menjadi horor. Sebenarnya nyaliku sedikit menciut sih, tapi apa mau dikata ini satu-satunya jalan menuju rumahku.
              Berat rasanya kakiku untuk melangkah, pandanganku tegak lurus ke depan seolah tak ingin menoleh kesamping apalagi kebelakang. Gelap, mengapa di taman ini tak ada penerangannya sih? Gumamanku kesal. Di tengah perjalanan tiba-tiba terlihat sesuatu yang cukup menarik perhatianku, sebuah patung besar nampak berdiri kokoh ditengah rimbunan pohon di tengah taman ini.
              Seperti ada daya magnet, tiba-tiba aku tertarik untuk mendekati dan lebih mengamati sosok patung yang sepertinya bukan patung orang Indonesia. Ternyata benar, patung itu memang merupakan patung orang asing yang sedang memegang sebuah buku, dan setelah didekati patung itu adalah sebuah patung seorang pastur yang memiliki wajah mirip-mirip orang Belanda. Belum habis rasa penasaranku, seketika jantungku memompa begitu kencang, bulu kuduk ini berdiri, dan tubuhku bergetar lemas dengan muka pucat. Astagfirullah patung itu bergerak, berjalan pelan menuju ke arahku, aura wajahnya memancarkan sorot kebencian.
               Pontang-panting aku berlari bak di kejar-kejar anjing, “Hantu.. hantu.. “ aku terus berteriak dan berlari sekuat tenaga. Saat itu di benakku terlintas bahwa ini adalah akhir hidupku. tapi syukurlah aku masih beruntung, aku berhasil meloloskan diri dan masih selamat hingga bisa berbagi dengan cerita ini pada kalian. “Bohong kamu, aku mah gak percaya” ujar salah satu temanku yang tak percaya dengan ceritaku. “ya udah kalo gak percaya nanti tengah malam kita rame-rame ke sana, buktikan kalu aku bukan tukang ngibul”.  Akhirnya kami semua sepakat untuk mencari kebenaran tentang semua yang ku ceritakan tadi. sebaiknya aku tidur dulu, supaya malam ekspedisi nanti badanku fit.
               Kilatan pedang menyambar di wajahku, apa ini? tiba-tiba segerombolan orang belanda berpakaian perang berkerumun di hadapanku. Entah apa yang mereka bicarakan, yang jelas aku tak mengerti mengapa aku ada disini? Belum terjawab pertanyaanku, pertanyaan lebih besar muncul di benakku, mengapa aku di pasung ? dan yang lebih membuat aku kaget nampaknya orang-orang Belanda ini berniat memenggal kepalaku. Bingung, takut, dan aneh berkecimpung di pikiranku, apa salahku, siapa kalian dan dimana aku sekarang ?
              Bukan waktunya untuk berfikir, dari gestur tubuh mereka nampaknya orang belanda itu akan segera mengeksekusiku. “Lari..!” aku berusaha meronta, melepaskan diri dari dekapan para algojo yang begitu kuat menahanku. “Mamah ..” teriakanku ketika melihat si algojo mengunus pedangnya seolah tak sabar ingin menggorok leherku. Apakah ini terakhir kalinya aku menghirup udara? “ Ya Allah ampuni dosaku, mamah, papah maafkan dosa-dosaku “ tak terasa air mataku menetes saat sadar nyawaku sudah di ujung tanduk”. Algojo itupun perlahan mulai mendekat, tapi mataku hanya tertarik menatap ujung pedang besar yang nampak bercahaya menandakan betapa tajamnya pedang itu.
               Eksekusi pun di mulai, “ selamat tinggal mamah, selamat tinggal dunia “, kupejamkan mataku untuk mengurangi rasa sakit yang akan kurasakan. Beberapa detik aku terdiam, “belum juga, sakit itu belum kurasakan juga”. Kuberanikan diri membuka  mata, tepat dihadapanku berdiri seseorang laki-laki yang ternyata menyelamatkanku dari hukuman ini.
              Entah apa yang mereka bicarakan, tetapi terlihat orang-orang Belanda itu begitu menghormati si penyelamatku. Akhirnya orang–orang Belanda jahat itupun membebaskanku dari hukuman. “ Astaga naga ”, aku benar-benar kaget. Ternyata si penyelamat itu mukanya mirip sekali dengan patung pastur hantu yang ada di taman apa ini benar dia? Belum sempat kuucapakan terima kasih, kurasakan tangan halus yang tak asing mengelus-ngelus tubuhku. “ nak.. bangun nak .. “, rupanya Ibu membangunkanku dari tidur siang yang mengerikan ini. “alhamdullilah “ akhirnya aku sadar ternyata tadi itu hanya mimpi, lega ternyata semua bukan kenyataan.
             “ Nak, tuh teman-temanmu sudah menunggu di luar, katanya kamu punya janji ” seru ibuku mengingatkan. Sejenak aku terdiam.. aku masih bingung dengan mimpi yang tadi ku alami. Aku benar-benar di kerubuti rasa bersalah karena sebenarnya semua ceritaku tentang patung hantu yang di taman itu hanyalah dusta belaka. Niatku Cuma ingin menakuti-nakuti mereka saja, apalagi memang gosip tentang patung hantu itu sedang booming-boomingnya.
               Penyesalanku semakin menjadi setelah ibuku menceritakan sejarah patung itu. Patung itu adalah patung seorang pastur Belanda bernama H.O Verbraak S.J seorang imam pasukan Hindia-Belanda, yang dibangun untuk mengenang jasa-jasanya pada masa peperangan Aceh. Semasa hidupnya beliau di kenal sebagai seorang pastur yang bijaksana dan disegani kedua belah pihak yang beperang, karena selalu menolong siapapun yang membutuhkan bantuannya meskipun rakyat aceh yang notabene adalah musuh dari pasukan Hindia-Belanda.
               Aku harus mengatakan yang sebenarnya pada teman-teman agar gosip patung hantu ini tidak semakin meruncing. Ternyata patung yang selama ini ditakuti dan diperbincangkan adalah sosok orang yang begitu baik hati, sampai di mimpi pun beliau sudah berbuat kebaikan. ” Maafkan aku Bapak Pastur “, aku janji tak akan berbohong dan menyebarkan isyu lagi.





                                                               *** SEKIAN ***
Note :Terinspirasi dari sejarah patung pastur H.O Verbraak S.J Taman Maluku, Bandung.

Karya:
Yohan
011011047
Read more

0 Kesultanan Cirebon di Museum Sri Baduga

“Paksinagaliman wakili Kesultanan Cirebon di Museum Sri Baduga”

Kereta kencana Paksinagaliman merupakan kereta yang awalnya dipakai kirab pengantin keluarga Kesultanan Cirebon. Namun, kini Paksinagaliman menjadi salah satu koleksi peninggalan Etnografi dari Kesultanan Cirebon yang ada di Museum Sri Baduga. Meskipun hanya replikanya saja, tetapi bentuk dan ukurannya dibuat sesuai asli.


Bentuk dari kereta kencana Paksinagaliman memadukan 3 unsur dari binatang, yakni: Paksi = burung, Naga = ular, Liman = gajah. Badan kereta sebagai tempat duduk penumpang berbentuk badan gajah, sisi kiri dan kanannya dihiasi sayap burung garuda, di bagian ekor dan lehernya naga. Sedangkan, profil wajahnya mencerminkan naga dan gajah.

Di Museum Sri Baduga jalan BKR no. 48 Bandung, kereta kencana Paksinagaliman dipamerkan di sebuah ruangan kaca yang terletak di muka gedung. Sehingga dapat dilihat langsung oleh pengunjung ketika memasuki area parkir Museum Sri Baduga. (13/05/2011)

Karya :
Ahmad Rahmat Nurdin
011011040
Read more

0 Wahana Belajar dan Bermain

BERKEMBANGNYA PSIKOMOTORIK ANAK

S
udah 35 tahun berdirinya Taman Lalu Lintas ini di Kota Bandung, Jawa Barat. Taman yang dulunya berupa rawa-rawa ini mulai diresmikan sebagai sarana pendidikan informal dan wahana bermain khususnya untuk balita dan anak-anak, pada tanggal  1 Maret 1958.
Awal mula pemberian nama “Ade Irma Suryani” pada Taman Lalu Lintas dimaksudkan untuk mengenang putri Alm. Jend. AH Nasution yang meninggal tertembak pada peristiwa G30S/PKI.          

Taman Lalu Lintas yang beralamatkan Jl. Belitung No 1 ini letaknya strategis dan berada di pusat Kota. Lokasinya tak jauh dari Bandung Indah Plaza (BIP), Jl. Merdeka, Bandung.
Jalur angkot yang melewati Taman bermain ini, diantaranya Abdul Muis – Dago, Aceh – Caheum, atau Antapani – Ciroyom, yang memudahkan jalur transportasi bagi pengunjung yang tidak memiliki kendaraan pribadi.
Text Box: Rini (25) bermain dengan Alviro (7bln), Sabtu (30/4), di Taman Lalu Lintas, Jl. Belitung No. 1, Bandung. 
Harga tiket masuk ke wahana bermain ini juga masih terbilang murah. Dengan sehari-hari harga tiket Rp. 4000,- / Orang dan harga tiket pada hari libur adalah Rp. 5000,- / Orang. Hanya saja harga tersebut tidak termasuk harga tiket wahana bermain didalamnya. Yang tiap-tiap wahana bervariasi harga tiketnya, namun rata-rata sekitar Rp. 3000,- / Orang.


Konsep Taman Lalu Lintas ini didisain sebagai miniature jalan raya lengkap dengan rambu-rambu lalu lintasnya, yang bertujuan untuk mengajarkan pada anak-anak tata cara dan tata krama dalam menggunakan fasilitas jalan raya dengan baik dan benar.
Pada taman ini juga dilengkapi dengan stasiun kereta mini, sehingga para orang tua dan anak-anak bisa menikmati suasana pemandangan Taman Lalu Lintas dengan menggunakan kereta mini tersebut.

Lengkapnya wahana bermain, ditambah dengan fasilitas kolam renang, dan area rute bersepedah membuat banyaknya pengunjung pada Taman Lalu Lintas ini, khususnya pada hari libur.

“main di Taman Lalu Lintas ini tuh murah, tiketnya terjangkau, saya sering datang kesini untuk nemenin anak saya main,” Papar Rini (23) Karyawan Citi Bank ini mengenai Taman Lalu Lintas. “Lebih suka ke sini, soalnya kan disini tuh banyak wahana bermainnya, trus lingkungannya hutan lah atau alam gitu, jadi bagus buat perkembangan psikomotorik anak saya. Ya walaupun anak saya belum bisa ngomong, tapi udah ngerti kalau saya ajak main tuh, karena dah kebiasaan kesini itu, dari pada ke mall-mall sumpek, ga baik juga kan buat anak saya kalau sering-sering ke mall,” ungkapnya.

Wahana rekreasi Taman Lalu Lintas di Jawa Barat ini memang dimaksudkan untuk memfasilitasi  area bermain dan belajar bagi anak. Lengkapnya wahana bermain dan indahnya panorama sekitar karena berkonsep alam membuat Psikomotorik anak semakin baik. Tidak hanya untuk belajar tata cara dan tata krama dalam mengunakan jalan raya, namun diharapkan balita dan anak-anak jadi mencintai alam dan lingkungannya dimana ia tinggal.




Dengan berkonsep alam ini pun agar perkembangan kesehatan tiap anak  semakin baik, tidak selalu menghirup udara kotor dengan hiruk-pikuknya perkotaan, tapi anak-anak pun bisa merasakan dan menghirup udara segar.

Taman Lalu Lintas ini identik dengan suasana bermain anak-anak, namun itu bukan berarti pengunjung taman ini hanya anak-anak saja atau orangtua dengan anaknya. Banyak juga para sekumpulan anak remaja bahkan bisa terbilang dewasa mengunjungi  Taman Lalu Lintas ini. Karena Taman Lalu Lintas ini bisa digunakan sebagai tempat liburan atau ‘cuci mata’ karena disajikannya mata para pengunjung dengan hijaunya area tersebut, hingga membuat otak mereka ‘fresh’.

Taman ini bisa digunakan sebagai background untuk photo kelas, bila ada sekumpulan anak SMP atau SMA yang berkonsep  masa kanak-kanak.
Tempat ini pula bisa menjadikan sumber inspirasi bagi orang-orang yang berkarya di seni fotography, karena tempat ini banyak objek yang bagus dan bermakna untuk dipotret. (*) 

Nama : Dini Nurhartati Noviani
N.I.M : 011.011.043
Read more

0 Mandalawangsit


Gejolak hati saat memandang
Tangisan haru akan kebanggaan
Betapa tegapnya telihat dari jauh
Sungguh kokoh berdiri tanpa rapuh
Detakan jantung yang bergeming
Aura hebat yang seakan menggiring
Bangunan yang jadi saksi
Perjuangan berdarah tanah pertiwi
Kujang, keris, golok, pedang
Menggambarkan keberanian yang siap menantang
Seakan telah terasa begitu erat
Petuah, nasihat dan amanat yang kian melekat
Di bawah sosok pria nan perkasa
Sejuta cerita tergores di dalamnya
Betapa gagahnya ohh mandalawangsit
hadirkan gairah  muda ‘tuk siap bangkit
bijaksana nan arif beliau Siliwangi
jadi saksi mati tangisan hakiki

Karya: Angelica
Read more

0 Berita Taman Ganesha

              Taman ganesha yang berada dilingkungan Institut Teknologi Bandung (ITB) merupakan salah satu tempat yang sering dikunjungi, baik mahasiswa ITB sendiri, mahasiswa luar dan bahkan masyarakat sekitar. Kebanyakan dari mereka mengunjungi taman ini antara lain untuk mengisi waktu luang dengan berolah raga, mancing, ataupun sekedar ngobrol bersama teman.
Taman ini juga sering digunakan oleh perkumpulan cheers, mereka menamai perkumpulannya Snakes All Stars. perkumpulan ini didirikan pada tanggal 2 february, yang beranggotakan 20 orang lebih mulai dari SMP sampai Kuliah. Mereka melakukan latihan seminggu 3 kali. Alasan mereka memilih taman ganesha ini adalah tempat yang nyaman dan suasana yang kondusif.
Salah seorang anggota snakes all stars mengemukakan kesan kesan selama mengikuti kegiatan cheers. “selama saya mengikuti kegiatan ini saya merasa asik, seru, kompak. Orangnya ramah – ramah dan sudah seperti keluarga sendiri” ujar kira salah seorang anggota cheers. Tidak lama lagi snakes all stars akan mengikuti perlombaan cheers di kota Bandung.

Karya: Yudha
Read more

0 Hujan Di Taman Maluku

disini kita berdua..
ditengah taman yang hijau kau berdiri
aku hanya bersandar dibawah kaki mu.
menikmati peraduan tentang kegelapan hati

disaat ini hujan mencoba menggoyahkan kita
tapi kita terus disibukan dengan dunia dalam jiwa ini
isi buku yang ingin kau sebar itu hanya awal
sedangkan buku yang kutulis ini untuk menutup kisah ku

kau melihat keindahan dari sudut pandang mu yang sama
tapi kau tidak tergeming sedikitpun untuk menoleh
sudut pandang ku yang banyak sekali kemunafikan manusia
sehingga memaksa darah mengalir turun dari mata

benar kau memang terlihat hebat dengan pandangan mu
sedang kan aku selalu berpindah pandangan untuk melihat
kau tak berkedip karena hujan, hanya terus terpaku dengan pandangan mu.
sedangkan aku memilih menutup mata untuk merasakan hujan ini

kegelapan ini kan kusimpan dalam lemari hati
meski kini matahari telah terbit dari barat
kita akan selalu menghadap pada arah yang berbeda.
karena kita sangat keras kepala terhadap arah kita.


KARYA:
Muhammad Zaki Zulfikar Syafarie
Mankom'10
011011041
Read more
 
© [C]ommunication [B] | Design by Blog template in collaboration with Concert Tickets, and Menopause symptoms
Powered by Blogger